Sejak umur 17 tahun aku udah bermasalah dengan namanya cew, dimana semakin cantik cew yang aku deketin, maka semakin susah pula untuk aku dapetin.
Untuk ukuran cow high clas maintenan dan tergolong bad boy, mungkin hanya butuh hitungan hari buat berkencan dengan gebetannya, beda halnya dengan gue. yang butuh waktu berbulan-bulan buat mendapatkan kesempatan berkencan.
Aku emang tipe cow yang disiplin dalam Pedekate, semua harus tertata rapi karna aku takut kejadian-kejadian lama kembali terjadi. Ya, kalo nggak disangka mau minjem dwet, paling banter disangka tukang duku.
Kehidupan cew-cew sosialita high class maintenance juga menjadi permasalahan tersendiri, mereka lebih banyak menuntut dengan hanya modal kecantikannya. Spekulasi dan opini pun sering kali menjadi perdebatan. Berikut ungkapan cew yang pernah aku denger dengan telinga aku sendiri.
Cewek cantik itu nggak diwajibkan harus pinter masak, resiko cowok donk punya istri cantik harus kerja keras dan pulang bawain makan buat istri
Ada lagi yang lebih membuat aku harus cukup menahan sakit, sering aku ngalamin pedekate yang begitu rumit. Chat-chat panjang yang aku kirim melalu pesan BBM pun hanya di read, atau di bales 2 jam kemudian setelah di read, atau yang paling banter di bales dengan cepat namun balesannya hanya singkat-singkat.
Namun penasaran ku pun tak terhenti sampai disitu saja, aku pun saat itu bertanya langsung ke si pelaku, yah namanya imah, kalo di liat dari namanya mungkin nggak perlu lagi aku samarkan.
imah ini cew dengan rambut belah tengah yang sangat presisi, rambutnya tergerai dan dia terlihat sangat cantik. Nggak heran cowok-cowok berlomba buat dapetin imah. Aku pun yang waktu itu kebetulan singgle nggak mau kalah. Walaupun akhirnya aku harus ngalah.
Namun penasaran ku pun tak terhenti sampai disitu saja, aku pun saat itu bertanya langsung ke si pelaku, yah namanya imah, kalo di liat dari namanya mungkin nggak perlu lagi aku samarkan.
imah ini cew dengan rambut belah tengah yang sangat presisi, rambutnya tergerai dan dia terlihat sangat cantik. Nggak heran cowok-cowok berlomba buat dapetin imah. Aku pun yang waktu itu kebetulan singgle nggak mau kalah. Walaupun akhirnya aku harus ngalah.
Berikut hasil wawancara gue dengan imah.
Aku= “Kok chat-ku cuma di-read aja sih?”
Cewek cakep= “Tenang, bukan cuma kamu kok yang aku giniin.”
Aku= “Kamu jarang online watsap, ya?”
Cewek cakep= “Setiap hari online kok, cuma lagi nggak pengin bales aja.”
Aku= “Kok chat-ku cuma dibalesnya sekali-sekali aja sih?”
Cewek cakep= “Loh, ingat jatah kamu yah. Kamu cuma berhak dapat balasan chat aku 3x dalam sehari. Itu juga tergantung mood, sih..”
Gue= “Kok kamu balesnya pendek-pendek gitu sih?”
Cewek cakep= “Ada banyak cowok yang udah bahagia aku bales pendek-pendek loh. Kok kamu ngeluh?”
Gue= “Kok cuma aku yang selalu memulai percakapan sih?”
Cewek cakep= “Loh, memulai segala sesuatu untuk cewek adalah garis hidup kalian, wahai cowok-cowok. Kami cewek-cewek cakep hanya perlu menunggu, lalu pergi ketika kalian sudah sampai. Hehe.”
Jadi beginikah rules cew cakep ...?
Mungkin, bukan cuma aku yang pernah kena standar atau rules yang diterapkan cewek-cewek cakep di atas. Sebagai cowok yang kurang terlihat tampan, sudah banyak sekali kejadian di atas yang secara tidak langsung aku alami.
Mungkin benar, barang siapa yang lebih membutuhkan, maka dia yang harus berusaha lebih keras daripada yang dibutuhkan.
Sederhananya, cewek cakep pengin bilang ke aku,
“Lo hanya bisa sebatas berusaha, namun semuanya aku yang menentukan.”
Di luar semua justifikasi subjektif yang gue curahkan, pesan gue cuma satu,
“Cewek itu butuh banget diperhatikan, sama orang yang dia pengin aja tapi.”
Mungkin, aku bukan orang yang dia inginkan.
Dan mungkin, aku akan tetap menjomlo hingga waktu yang tidak ditentukan... #dulu
Mungkin benar, barang siapa yang lebih membutuhkan, maka dia yang harus berusaha lebih keras daripada yang dibutuhkan.
Sederhananya, cewek cakep pengin bilang ke aku,
“Lo hanya bisa sebatas berusaha, namun semuanya aku yang menentukan.”
Di luar semua justifikasi subjektif yang gue curahkan, pesan gue cuma satu,
“Cewek itu butuh banget diperhatikan, sama orang yang dia pengin aja tapi.”
Mungkin, aku bukan orang yang dia inginkan.
Dan mungkin, aku akan tetap menjomlo hingga waktu yang tidak ditentukan... #dulu
Ikuti @ahmadacdc

Tidak ada komentar:
Posting Komentar