Sabtu, 19 Desember 2015

Salah Jurusan




 Jangankan cew masuk jurusan teknik mesin, gue aja yang cow juga awalnya nyesel, selain matakuliahnya yang rumit, dosennya yang killer, banyak tugas-tugas laporan, dan yang bikin kesel buat laporan pakai tulis tangan.

Tapi yang membuat penyesalan gue makin dalem, dimana jurusan teknik mesin itu lebih banyak cowoknya di banding cewnya, bayangin aja dari 125 mahasiswa dan gk lebih dari 5 kaum hawanya, ohh ini neraka bagi gue. Ini pasti gue salah jurusan. Pasti!!!

Tapi itu hanya pandangan gue baru pertama masuk di jurusan teknik mesin, yang sebenernya gue sendiri juga gk paham apa itu teknik mesin. Tapi tetep aja ini jurusan neraka, gue gk pantes ada disini, ini pasti salah jurusan. Pasti!!!

Belum lebih kedalam lagi pembahasan gue, terbesit pertanyaan krusial yang gue fikir nggak masuk akal.

Kog ada juga ya cewek yang mau di jurusan neraka kayak gini....?
Trus mau jadi apaa...?
Ok ok gue ngerti, pasti karna di teknik mesin banyak cowoknya. Pasti!!!

Dan akhirnya segala tuduhan gue ternodai oleh kesuksesan para kaum hawa yang sebelumnya kuliah di jurusan neraka ini.

Sebut saja "Siti", kalo dari namanya mungkin nggak perlu lagi gue samarkan. Sesaat sebelum gue masuk kuliah, gue pernah kerja di salah satu perusahaan BUMN, yach meskipun gue bukan pegawai, melainkan hanya Operator outsourcsing (kontrak) di PLN, tepatnya di PLTD pulau rupat. Pulau dimana awalnya lebih terkenal dengan sebutan pulau penyamun. Ok lah kita gk akan bahas tentang pulau itu lebih jauh.

Pada awalnya salah satu mesin pembangkit listrik mengalami kerusakan. Dan karna gue merasa ikut bertanggung jawab, gue pun berusaha keras dengan bekal pengalaman gue yang minim tentang mesin. Istilah kasarnya, praktek ok, tapi teori gagal. Kalo di ibaratin ya kaya pacaran gitu, gw lebih mengedepankan praktek dibanding teorinya. Upsss! Keceplosan

Nah karna latar belakang gue yang kurang memadai, akhirnya pihak PLN mendatangkan senior teknisi mesin, gue fikir itu hal biasa. Karna sebelumnya pihak PLN juga melakukan hal yang sama pada tiap-tiap ada gangguan. Tapi kali ini yang bikin gue terkagum-kagum senior teknisi yang di tugasin itu cewek!!! Oh noh ini pasti salah. Dan lagi-lagi pasti keliru!! Pasti!!!!

"Mas coba nyalain mesinnya"
Dan ketika gw noleh kebelakang , ternyata mbak-mbak pakai rok spam, dan baju ketat yang ngegemesin. Gue bengong! tanpa seutas kata. Tapi karna gue tau dia utusan PLN maka tanpa berfikir panjang kali lebar kali tinggi, dan nggak sengaja gue udah jelasin rumus luas kubus, akhir gue nyalain mesin. Dia pun terlihat serius, medengarkan suara yang keliatannya ganjil, mencati titik-titik tertentu yang di anggap rusak.

Setelah beberapa menit, dia pun melihat gue dengan tajam, memberikan kode dengan menggelengkan kepala, menggariskan jari telunjuknya di leher. Gue pun nggak mau kalah, dan gue kasi kode dengan menunjukan jari tengah gue, dan sialnya gue kode gue salah. diapun geleng-geleng kepala. Akhirnya dia mendekati gue dan membisikkan MATIKAN MESINNYA!!!
"Ada komponen yang harus di ganti"
Seru dia dengan santai, dan tanpa basa basi diapun pergi berlalu begtu saja, persis kaya mantan gue. Namun ini menjadi motivasi besar yang termasuk melatar belakangi gw masuk di jurusan "Mechanical Engineering"
Tapi gue masih inget tentang kode simpel yang tadi. Akhirnya guepun sadar, ternyata cew memang suka memberikan kode, dan sialnya apa yang di lakukan cow selalu aja enggak pas! Ok deal kita belajar kode.

Dari beberapa kesalahan gue dalam memahami kode wanita, akhirnya guepun makin penasaran, dan ini erat kaitannya dengan mata kuliah yang gue fikir absurd. "Bahasa kode" yah bener ternyata di kampus gue juga di ajarkan bahasa kode, tentunya bukan kode yang sering cew utarakan,tapi kode atau yang dalam istilah bahasa jawa dan bahasa elitnya sering disebut "aba-aba". Dimana mata kuliah ini merupakan hal terpenting dari seorang engineer.

dimana aba-aba ini sering kali di gunakan oleh beberapa operator kelas handal yang mengoperasikan alat berat, atau bisa juga di gunakan dalam ruangan yang bising sehingga tidak memungkinkan kita untuk menggunakan bahasa lisan. Anda bisa bayangkan jika tidak ada aba-aba.

Ok lah ini mungkin hanya kebetulan, pasti!!!

Tapi yang lebih mencengngkan lagi yaitu matakuliah "Pandangan", ini menarik sekali, mulai dari pandangan atas, depan, samping kiri dan kanan. Hingga pandangan bawah. Gue nggak kebayang kalo gue harus mraktekin ini dengan mahasiswi cantik di kampus gue. Dan yang lebih bangkenya kita di suruh menggambar apa yang kita liat dari hasil pandangan tersebut! Ini pasti salah. Pasti!!!

Tapi sebelum kalian sedia tisu, gue bakal jelasin sesikit, pandangan ini sebenernya teori yang mengajarkan tentang bagaimana kita menggambar sesuatu benda kerja atau komponen melalu pandangan. Kita harus mampu menerjemahkan imajinasi dari apa yang kita lihat, dan menuangkannya dalam bentuk gambar.

Dan dari beberapa keunikan tersebut berhasil memberikan gue sedikit pemahaman awal tentang jurusan gue. Hal ini pun memantapkan gue dan menghilangkan anggapan klo gue salah jurusan.

Dan akhirnya gue pun memutuskan

Enggak peduli salah jurusan, enggak peduli IPK jelek. Yang penting kuliah"



Tidak ada komentar:

Posting Komentar