Minggu, 22 November 2015

Apa kabar cinta sejati




       Bukan sekadar perasaan suka, bukan pula euforia sementara. Cinta sejati tak pernah pergi, meskipun harus tinggal sendiri dalam hati yang sunyi.
Apa kabar cinta sejatimu?
Apa kabar dia yang jadi separuh jiwamu?
Mari sejenak hening. Mengakrabi cinta lama yang masih hangat terasa…

Hay cinta , kamu yang sukses membuatku tersenyum

Cinta sejatiku!

Haha apakah aku salah memanggilmu dengan sebutan itu..? Ah, mungkin aku hanya berlebihan, mungkin lidahku sedikit kaku, bahkan fikiranku terlalu kaku untuk memanggil dengan sebutan "kamu"

Cinta sejatiku..?
Ehh kamu maksud aku, apakah kamu masih di sibukkan dengan kuliahmu, kuliah yang sering kamu ceritakan kepadaku waktu itu, yang memaksamu tidur larut malam, untuk menyelesaikan tugas-tugas kampusmu.

 Dosen killer yang sering kamu critakan, dan beberapa teman jailmu yang sering mengganggu kita saat telfonan.

Apa kabar keluarga manismu, keluarga yang sering memberimu motivasi untuk slalu tegar menghadapi masalah, semoga mereka baik-baik saja.

Apakah kamu masih ingat aku, laki-laki sederhana yang tidak beruntung, yang menyesal telah merangkai, merajut rasa yang pada akhirnya harus kecewa dengan doa.

ini aku pria yang yang pernah kamu ucapkan selamat ulang tahun melalui facbook

Aku yakin kamu ingat itu, awal dari kebersamaan kita, awal dari ending kisah cinta kita.

Kamu yang sering memanggilku dengan sebutan abang.

Kamu yang sering mengingatkanku di 5 waktu yang sering aku tinggalkan.

Siapa yang bisa menyangka? Momen sederhana itu justru membawa kita pada letup-letup rasa yang luar biasa.

Dulu, kita pernah keras kepala untuk bersama

sangat sederhana, aku yang suka denganmu, dan kamu membalas dengan suara lirih yang sama.

Kamu pasti masih ingat betapa keyakinanku membuat kita sempat merasa jumawa.
Menganggap bahwa sebuah hubungan jarak jauh bisa dijalani tanpa perlu usaha ekstra.

Nyatanya, minimnya pertemuan membuat kita jatuh bangun mempertahankan hubungan. Komunikasi yang tak lancar jadi penyebab ikatan yang mulai merenggang. Tapi, kita belum menyerah pada keadaan kita masih semangat berjuang

Aku baik-baik saja, meski sakit harus menghadapi hari yang tak biasa

Sekian
bersambung...













Tidak ada komentar:

Posting Komentar