Sebagai anak muda yang kekinian, gue paling nggak suka liat siaran TV yang gue rasa nggak ada manfaatnya. Gimana mau manfaat kalo yang disiarkan itu hal-hal absurd yang bener-bener nggak masuk akal, bukan cuman itu saja, berita yang seharusnya menjadi informasi penting justru malah di politisir demi kepentingan pribadi.
================================================
================================================
Kalian pasti pernah nonton siaran FTV (filem televisi) yang ending critanya pasti selalu berakhir bahagia, pertanyaannya! Apa kisah hidup kita juga bakal sama dengan filem-filem di FTV, sebut saja misalnya
Tukang bubur yang cantik itu pacarkuSi ganteng itu penjual martabak
Tukang ojek cantik itu jodohku
Isi critanya bener-bener nggak bermanfaat, dalam endingnya pasti dagangan yang ia jual bakal laku keras ketika penjualnya cantik, atau langganan ojeknya bakal banyak klo tukang ojeknya cow ganteng banget.
berarti dapat disimpulkan:
#Nggak perlu pinter buat sukses kalo kita cantik atau ganteng
#nggak perlu skill buat sukses klo kita ganteng atau cantik
Bener-bener nggak bermanfaat bukan. Sebagai media hiburan tayangan FTV bener-bener nggak ada manfaatnya.
FTV juga banyak mengangkat kehidupan pelajar dan mahasiswa, namun ending critanya sungguh di luar kepatutan, kalo nggak saling bully, pasti rebutan cow atau cew. Dan kegiatannya pun cuman nongkrong di kantin makan-makan atau jalan di mall.
Dan yang lebih parahnya lagi lebih banyak ending critanya soal kebut-kebutan di jalan pakai motor sport.
Yang jadi pertanyaan gue, emang tuh sekolah nggak ngelarang pelajarnya pakai rok span trus baju ketat gitu...?
Emang di kampus nggak nglarang mahasiswanya pakai clana pendek+tengtop gitu...?
FTV emang isinya cuman antara cinta segi tiga, cinta nggak sirestui dll yang menurut gue nggak pantes di tonton. kebahagiaan di FTV lebih mudah di raih seolah tanpa berjuang.
"Cintaku bersemi di kandang klinci"
Yang jadi pertanyaan gue, emang tuh sekolah nggak ngelarang pelajarnya pakai rok span trus baju ketat gitu...?
Emang di kampus nggak nglarang mahasiswanya pakai clana pendek+tengtop gitu...?
FTV emang isinya cuman antara cinta segi tiga, cinta nggak sirestui dll yang menurut gue nggak pantes di tonton. kebahagiaan di FTV lebih mudah di raih seolah tanpa berjuang.
Ini kisahnya paling absurd. nggak perlu gue panjangin yang jelas endingnya sama masih berkutat soal percintaan, diawali tabrakan, saling pandang, kenalan, PDKT trus jadian dech, gue pernah praktekin ini di kampus gue dan hasilnya, tetep aja gue di tolak.
Ahhhh bangke! ===============================================
Nggak perlu iba ataucemas dengan si tokoh malang yang ada di FTV, karena bagaimana pun mereka tetap bakal bahagia di akhircerita. Konflikcinta yang nggak direstui orang tua tetap bakal berakhir dengan
bahagia, termasuk yang tadi amnesia juga bakal sembuh menjelang akhircerita.
Iya, FTV ‘kancuma hiburan, wajar donk kalau akhirceritanya memang selalu dibuat bahagia. Pastilah biar penonton juga ikutan bahagia. Sekali lagi, orang nonton TV itu tujuannya mencari hiburan yang bisa bikin
mereka senang dan sejenak melupakan masalah atau kesulitan-kesulitan yang dihadapi.Eits, tapi jangan keseringan nonton FTV lho!
Karena semakin sering nonton FTV, maka kita akan semakin sering bermimpi. Bagaimana pun, kehidupan di dunia nyata itu nggak selalu
seindah yang ada di televisi ‘kan? Sesekali nonton FTV sih boleh-boleh saja. Tapi, jangan sampai keseringan hingga apa yang kita lihat bisa mempengaruhi pola pikir kita.
Tapi lebih baik lagi, kalau kita berhenti nonton aja deh! Hehehe…
Ikuti @ahmadacdc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar